Perbandingan VR Gear berbasis PC – Bag 2

Melanjutkan pembahasan beberapa spesifikasi VR Gear versi konsumen generasi pertama, berikutnya adalah tentang Tracking yang merupakan teknologi untuk menjejak posisi dan sudut dari VR gear terhadap ruang disekitarnya.

Penjejakan (Tracking)

slide4716454943.jpg

Tabel 3. Tracking

Teknologi penjejakan atau tracking dari VR Gear generasi pertama seperti yang sudah dibahas di artikel tentang teknologi VR di bagian pertama. terdiri dari dua tingkat kebebasan atau Degree of Freedom (DOF) yang terdiri dari 3DOF atau 6DOF. 3DOF hanya menjejak pitch, roll, yaw (anggukkan, kemiringan kepala, dan sudut hadap kiri/kanan kepala) 3DOF merupakan yang paling minim. 6DOF mendeteksi juga posisi VR Gear HMD (Head mounted display) terhadap ruang yaitu posisi maju mundur, naik turun dan geser kiri dan kanan.

Dalam hal ini hanya Pimax 4K saja yang menggunakan 3DOF dan tidak dapat mendeteksi pergerakkan HMD terhadap ruang. (Sangat terbatas, seperti menggunakan VR dengan smartphone atau setara google cardboard). Agar Pimax 4K bisa menjadi 6DOF harus membeli peralatan penjejakan external seperti Nolo VR (yang harganya tidak murah hampir seharga HMD Pimax 4K sendiri, atau membuat sendiri DIY / do it yourself, menggunakan bola pingpong dengan lampu LED atau merekatkan controller Playstation di unit HMD, bahasan ini cukup rumit dan teknis dan kalau sempat akan diberikan secara terpisah. Cara lain menggunakan kamera XBox One yang dapat mendeteksi posisi tubuh secara 3 Dimensi, sekali lagi tidak seakurat teknologi penjejakan yang memang khusus dibuat untuk VR Gear masing2).

Teknologi penjejakan 3DOF menggunakan gyroscope internal, compass, dan sensor sudut kemiringan lainnya yang ada di dalam unit HMD.

Untuk mendeteksi pergerakkan HMD terhadap ruang atau pada tipe penjejakan 6DOF maka ada dua jenis yaitu Outside-In tracking dan Inside-Out tracking.

HTC Vive dengan lighthouse dan Oculus Rift dengan sensor IR cameranya menggunakan teknik Outside-in. Detil teknologi ini sekali lagi ada di artikel teknologi VR di bagian pertama.    HTC Vive dengan pemancar laser IR lighthouse memiliki tingkat akurasi terbaik dibandikan VR gear lainnya.

Oculus Rift dengan sensor camera IR nya di peringkat ke-2 dari segi akurasi pendeteksian posisi HMD dan controller di dalam ruang. (6DOF tracking). Namun demikian teknologi tracking Outside-In memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan maksimum dimana ruang yang dapat diteksi maksimal sekitar 3.5m x 3.5m dengan HTC Vive atau sekitar 2.5m x 1.5m dengan Oculus Rift dengan 3 sensor (cakupan 360 derajat atau room scale). HTC dengan lighthouse emitter ke-4 bisa mendapatkan jangkauan lebih luas meski tetap akan terbatas. Hal lain adalah kerumitan dalam memasang sensor atau emiter lighthouse, yang harus di kalibrasi setiap ada perubahan. Belum lagi instalasi kabel, power dsb. sudah jelas tidak portable dan hanya disarankan di pasang di tempat yang sama secara tetap/permanen.

Teknologi Windows Mixed Reality menggunakan inside out dengan 2 kamera yang ada di HMD, yang mendeteksi posisi terhadap ruang 3 dimensi disekitarnya. Kelebihannya memang portabilitas. Unit HMD bisa dibawa ke tempat/ruang lain dan langsung bisa digunakan tanpa perlu setup sensor atau emiter lighthouse yang rumit. Namun kerugiannya dari sisi keterbatasan akurasi deteksi/penjejakan yang kurang akurat, dan sudut pandang kamera penjejak yang terbatas hanya sekitar 120 derajat dari bagian depan unit HMD. Jadi bila tangan kebelakang pada saat memakai controllernya maka controller tidak bisa dideteksi dan terlihat seperti berhenti di satu titik. Meskipun demikian kejadian ini memang jarang terjadi.

Dengan teknologi yang ada, untuk pemakaian yang memerlukan akurasi penjejakan HMD dan Controller, maka teknologi pemancar/emiter lighthouse dari HTC Vive memang yang terbaik, diikuti oleh Oculus Rift. Untuk kemudahan setup dan portabilitas maka VR Gear dari keluarga Windows Mixed Reality memang lebih mudah digunakan. Selama kekurangan dan kelebihannya masing2 bisa diterima. Saat ini belum ada yang ideal.

Pengendali (Controller)

slide51426557584.jpg

Untuk berinteraksi di dalam dunia virtual dibutuhkan pengendali atau controller. Pemakaian keyboard dan mouse tentu tidak lagi praktis (kecuali untuk pengalaman VR dengan posisi tetap atau duduk).

HTC Vive menggunakan controller berbentuk wand atau agak memanjang dengan touch pad. Oculus rift menggunakan controller berbentuk genggaman tangan dengan joystick (knuckle controller), sedangkan VR gear dari WMR menggunakan kombinasi dari controller HTC Vive dan Oculus Rift (Malah tersedia touchpad dan joystick yang keduanya dapat difungsikan).

Namun demikian dari pengalaman memakai berbagai tipe controller, bentuk ergonomis, dan keandalan baterai. Controller terbaik untuk berinteraksi di dunia virtual di VR gear berbasis PC generasi pertama adalah controller dari Oculus Rift atau Oculus touch controller.  Oculus touch juga menawarkan pengalaman genggaman terbaik, deteksi posisi jari telunjuk, ibu jari juga cukup akurat, sehingga di dalam dunia virtual dapat dengan mudah menghasilkan tampilan jari menunjuk, melambaikan tangan dan kepalan tangan. Ketiga jenis posisi jari yang paling umum digunakan di dalam dunia virtual.

Kelebihan controller HTC Vive memang pada penggunakan baterai rechargeable dan bentuk wand memang cukup baik untuk permainan dengan senjata pedang atau senapan. Baterai rechargable HTC Vive juga cukup lama umur pakainya. Disisi lain bila baterai nya rusak akan cukup sulit menggantinya.

Oculus Rift dan VR Gear keluarga WMR menggunakan battery AA. Dalam hal ini controller Oculus Touch kembali menang karena pemakaian battery AA hanya 1 buah dan sangat lama umur pakainya. Controller VR Gear dari WMR menggunakan battery AA 2 buah dan cepat habis batterainya, mungkin karena lampu non IR yang digunakan memang memakan energi cukup banyak.

Pimax 4K tidak memiliki controller dan harus menggunakan controller 3rd party seperti Nolo VR yang tidak murah.

Selain dari controller diatas, Oculus Rift CV1 versi awal menyediakan XBox Controller wireless dan 1 buah remote bluetooth yang dapat digunakan dalam pengalaman berinteraksi di dunia virtual secara sederhana.

 

Untuk kembali ke artikel Perbandingan VR Gear berbasis PC bagian 1 

Untuk ke artikel selanjutnya dari Perbandingan VR Gear berbasis PC bagian 3

Satu pemikiran pada “Perbandingan VR Gear berbasis PC – Bag 2

  1. Ping-balik: Perbandingan VR Gear berbasis PC – Bag 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s