Oculus Rift CV1

Oculus yang awalnya didirikan oleh Palmer Lucky sudah menjadi salah satu fenomena dimulainya trend Virtual Reality sejak 1 Agustus 2012 dengan memperoleh 2.5 juta USD funding melalui program kickstarter, untuk menghasilkan produk dari prototipe yang dibuatnya. Oculus menjadi pembicaraan saat Facebook membeli Oculus dengan nilai cukup fantastis yaitu 2 Milyar USD (sekitar 26 Triliun Rupiah). Sejak itu realisasi produk VR versi konsumer menjadi suatu hal yang sudah pasti terjadi. Apalagi John Carmack salah satu punggawa PC gaming yang memiliki ketertarikan yang sama bekerja sama dengan Palmer Lucky.

ikvavr5kz3sxhmoe-medium1-635848906194121306

Diawali dengan development kit 1 dari Oculus yang sejak itu diberi nama Oculus Rift (DK1) diluncurkan 29 Maret 2013, dan dikirimkan ke berbagai developer, pembuat gamer dan hardware yang tertarik dengan munculnya trend baru. Dimulai dengan resolusi hanya 640 x 800 pixel per satu mata, pembuatan prototipe dilanjutkan dengan munculnya prototipe crystal cove sekitar Januari 2014 yang menggunakan resolusi HD dan OLED display. Oculus Rift DK2 akhirnya siap dan diluncurkan/dikirim ke berbagai developer dengan resolusi 960 x 1080 pixel per mata (ada yang menemukan sebenarnya display yang digunakan berbasis Samsung Note 3 display). Septermber 2014 muncul protipe yang lebih baik lagi yaitu Crescent Bay, dengan resolusi lebih tinggi, berat lebih ringan dan tracking posisi (6DOF) 360 derajat. Akhirnya pada pertengahan 2016  Oculus Rift CV1 (consumer version 1) berhasil dikirimkan kepada para backer, pre-oredered customer dsb.

Oculus Rift CV1 1st Bundle

DSC05411

Pada awal peluncuran Oculus, HTC Vive sudah lebih dahulu melakukan peluncuran VR gear nya lebih awal dari Oculus dan sudah memberikan opsi/kemampuan untuk Room Scale tracking (istilah ini bisa dilihat lebih jelas di artikel Teknologi VR).

Oculus Rift CV1 first bundle (paket awal) tidak memberikan opsi room scale dan bahkan tidak memiliki solusi controller yang spesifik untuk digunakan pemakai VR, yaitu hanya memberikan opsi wireless Remote dan XBox controller untuk melakukan navigasi di dalam dunia VR. Paket awal ini terdiri dari: 1 buah Head Mounted Display (HMD) Oculus Rift, 1 buah Oculus tracking sensor (camera berbasis infra red/IR), 1 buah wireless remote control, 1 buah XBox controller beserta dongle nya, dan beberapa aksesoris lainnya).

oculus-rift-cv1-unboxing-37

Source: Unboxing from http://www.roadtovr.com website

Meskipun demikian Oculus Rift CV1 di bungkus dengan kotak yang seperti beludru memberikan kesan mahal seperti barang mewah, dan Oculus Rift CV1 beserta aksesorisnya di tata di dalam kotak hitam seperti beludru dengan baik dan rapih. Dengar2 bahkan Palmer Lucky sendiri memastikan bahwa paket pertama ini terlihat sempurna. Seluruh peralatan di berikan seal plastik bening dengan perekat khusus (setelah dibuka tidak akan seperti sebelum dibuka yaitu dari bening menjadi buram, bisa untuk melihat apakah VR gear Oculus Rift dan aksesorisnya pernah dibuka atau belum).

Oculus Touch Controller

Terlambat mengeluarkan solusi room scale dan controller pada saat launching paket pertama. Oculus mengeluarkan paket Touch controller kiri dan kanan serta satu buah Oculus sensor (sensor kedua). Solusi ini memungkinkan tracking lebih luas sekitar 180 derajat meski masih front facing, serta solusi Touch Controller yang tentunya memungkinan kendali jauh lebih baik di dunia VR dibandingkan menggunakan XBox controller.

DSC07808

Setelah mengeluarkan paket Touch Controller disertai beberapa free game seperti Robo Recall, Dead and Burried. Akhirnya Oculus menyatukannya kedalam satu kesatuan paket yang merupakan paket yang masih dijual saat ini sebagai paket standar minimum Oculus. Paket ini dibeli terpisah dari unit paket pertamanya.

Oculus Rift CV1 Touch Controller Bundle

oculus-rift-touch-bundle-2017-5oculusbox.0

Oculur Rift CV1 Touch Bundle ini memberikan 1 unit HMD, 2 Oculus sensor (Camera IR) 2 touch controller, beserta batterynya. Pada paket ini wireless remote dan XBox controller dihilangkan. Sebenarnya beberapa aplikasi di Oculus Home contohnya masih ada yang memerlukan wireless remote Oculus, entah bagaimana solusi penggantinya.

Oculus juga mengeluarkan beberapa item seperti Sensor Oculus yang bisa dibeli untuk menambah jumlah sensor menjadi 3 atau 4 sensor untuk memberikan setup room scale dengan jangkauan deteksi 360 derajat. Oculus sendiri hanya menyarankan menggunakan cukup 3 sensor saja. Namun beberapa user VR menggunakan hingga 4 sensor di setiap sudut ruangan. Berbeda dengan HTC Vive dimana Solusi Light house base stationnya memancarkan sinar laser IR tanpa perlu terhubung ke PC atau ke unit HMD. Sensor Oculus perlu dihubungkan ke PC/Desktop melalui port USB 3.0 (karena pada dasarnya sensor oculus sebenarnya merupakan camera IR yang menurut info beresolusi tinggi. Penggunakan kamera IR tersebut membutuhkan bandwidth dan kemampuan CPU yang lumayan tinggi, bertambah parah kebutuhannya bila menggunakan 4 kamera. Untuk kamera ke-3 Oculus hanya mensyaratkan penggunakan USB 2.0 bukan USB 3.0 (hanya untuk kedua sensor hadap muka). Sensor ketiga dipasang di sudut diagonal di belakang pengguna (untuk menjamin deteksi pada saat kita membalikkan badan, atau touch controller terhalang/tertutup oleh tubuh dari kedua sensor muka.

Untuk pengalaman pemakaian VR yang lebih maksimal memang dibutuhkan room scale setup 360 derajat yang membutuhkan sensor Oculus ketiga.  Dengan sensor ketiga maka kondisi touch controller terkunci akibat hilang deteksi akan berkurang/tidak ada. Sehingga pengalaman ber VR maksimal (immersive)

Oculus Rift CV1 Head Mount Display

Bentuk Fisik

HMD Oculus Rift CV1, secara fisik lebih streamline dan tidak kaku bentuknya dibandingkan HTC Vive yang memiliki lubang/ceruk2 yang berisi sensor laser IR nya. Memiliki bahan penutup seperti kain di sekeliling unit HMD, dan dibagian depan terbuat dari plastik berwarna hitam dof (tidak mengkilap) yang menyembunyikan lampu2 yang memancarkan cahaya IR di sekujur/sekeliling unit HMD yang digunakan untuk menjejak posisi dan sudut dari unit HMD Oculus Rift.

Berat HMD Oculus Rift CV1 sendiri sedikit lebih ringan dari HTC Vive yang sekitar 540 Gram, dimana Oculus Rift beratnya sekitar 450 gram. Sedikit lebih ringan. HMD Oculus Rift memberikan pengaturan IPD (interpupillary distance) yang menentukan jarak antar titik mata agar dapat memberikan efek stereoskopik yang tepat dan maksimal (jika tidak gambar akan buram, dan timbul gambar ganda). Hal yang sama ditemukan di HTC Vive. Namun berbeda dengan HTC Vive, di HMD Oculus Rift tidak ditemukan pengaturan jarak mata dengan lensa (dimana HTC jarak mata dengan lensa dapat diatur maju mundur agar mendapatkan ketajaman maksimal, tentunya tetap terbatas tapi secara umum membantu terutama yang menggunakan kacamata baca. Untuk yang rabun jauh yang tinggi nilainya tetap harus menggunakan kacamata).

Namun minus pengaturan jarak lensa di HMD Oculus secara umum tidak mengurangi kemudahan dan kenyamanan pemakaian. HMD Oculus memiliki bentuk strap berbentuk karet dibagian belakang kepala yang sangat nyaman dibandingkan versi pertama head strap HTC Vive. HMD Oculus lebih nyaman digunakan dan pembagian beban berat HMD dikepala lebih seimbang dan tidak terasa berat ke depan dsb. Pegas di sambungan antara head strap dan Unit HMD Oculus juga memberikan kemudahan untuk melepas HMD pada saat kita ingin melihat tanpa unit (melihat ke keyboard atau layar monitor). Memang solusi Oculus masih kalah praktis dengan solusi PSVR dari Sony atau Unit VR Gear dari keluarga Microsoft Mixed Reality yang baru. PSVR dan Windows MR menggunakan engsel dimana unit HMD dapat di tekuk keatas sehingga memudahkan pengguna melihat keluar dengan cepat.

download

Source arstechnica

Kabel HMD Oculus juga hanya kabel tunggal (kabel USB 3.0 dan HDMI 1.4 digabungkan ke dalam satu gulung kabel) dibandingkan HTC vive yang menggunakan 3 kabel terpisah yaitu USB 3.0, HDMI 1.4 dan power.

Yang lebih lagi, HMD Oculus Rift CV1 paket pertama sudah berikut built in headphone yang meski bisa dilepas namun tetap lebih nyaman menggunakan built in headphone yang kualitasnya cukup mumpuni meski berbentuk open (sehingga suara luar dan dari dalam headphone bisa lebih mudah terdengar).

download (1)

Bentuk fisik dari HMD Oculus Rift CV1 menurut Hobby tech dibandingkan dengan HTC Vive versi pertama memberikan ergonomik yang lebih baik dan lebih nyaman digunakan meski bedanya tidak banyak, terutama dibagian kabel yang lebih ramping. (Disatu sisi kabel ramping Oculus Rift hanya sekitar 4 meter, sedangkan HTC vive memberikan solusi kabel lebih panjang dan sudah diberikan break out box agar mudah cabut pasang kabel HMD dibandingkan Oculus yang harus cabut pasang dari belakang kotak CPU (kenapa dari belakang karena port HDMI graphic card umumnya ada di belakang desktop dan tentunya USB 3.0 langsung dari motherboard). Untuk itu Hobbytech membuat solusi breakout box yang sudah diuji dapat berfungsi untuk memperpanjang kabel Oculus dan memberikan kemudahan seperti HTC Vive ditambahkan power switch agar tidak perlu cabut pasang kabel HDMI dan USB 3.0. Tidak segampang sekedar menggunakan extension kabel USB 3.0 dan HDMI karena dijamin kalau hanya sekedear memanjangkan kabel saja maka unit Oculus Rift tidak mau menyala.

DSC05420

Sisi Display dan Lensa

Melihat kedalam terlihat lensa Oculus Rift yang berdiameter sekitar 5cm dan menggunakan lensa Fresnel, cara kerja lensa Fresnel dan Unit HMD VR dapat dilihat di artikel tentang teknologi VR di blog ini. Lensa Fresnel memungkinkan membuat lensa tipis ukurannya, dan tidak menambah bobot unit HMD.

Di dekat bagian lensa terdapat sensor, dimana jika unit HMD tidak dipakai maka display VR akan dimatikan, sebaliknya bila unit HMD di pasang di muka maka layar tampilan VR akan aktif.

Display Oculus Rift menggunakan resolusi 1080p x 1200p untuk masing2 mata atau bila untuk dua mata kesuluruhan resolusi display adalah 2160p x 1200p. Sudut pandang Oculus rift atau (Field of View) sebesar 110 derajat (sekali lagi detil istilah FoV dsb dapat melihat artikel teknologi tentang VR). FoV Oculus setara dengan HTC Vive namun lebih baik dari Gear VR atau Google cardboard yang menggunakan smartphone umumnya tidak lebih dari 70 derajat yang seperti melihat teropong. Sudut 110 derajat memberikan efek seperti melihat dari dalam masker selam yang pinggirannya masih terlihat, namun pada saat pemakaian, pandangan kebanyakan fokus ke tengah sehingga tidak begitu menganggu dan bahkan tidak terasa lagi (Berbeda jauh dengan google card board yang sudut pandangnya memang sempit). Display Oculus Rift menggunakan panel OLED yang terang dan kontras warna nya baik. Sesuai minimum standar kenyamanan VR, refresh rate mencapai 90 Hz, dan Oculus menggunakan Asynchronous Time Warp yang fungsi nya menjaga agar refresh rate tetap mendekati 90Hz apabila hardware PC agak ketinggalan atau mengalami keterlambatan.

Touch Controller

Touch controller Oculus bertipe knuckle controller berbeda dengan versi HTC Vive yang berbentuk wand/stick memanjang dengan bulatan didepan. Oculus Touch menurut Hobby tech lebih nyaman dan naturan digunakan, karena tangan/jari bisa membuka menutup (misalnya untuk melambaikan tangan) deteksi ibu jari dan telunjuk juga bisa di simulasikan, di HTC Vive wand hal ini sulit /tidak bisa dilakukan. (HTC sedang mengembangkan controller versi berikutnya yang juga berbentuk knuckle, dan akan lebih natural karena ada sensor masing2 jari waktu menggenggam).

Secara menyeluruh Oculus Touch Controller nyaman dan lebih baik rancangan dan penggunaannya dari wand/stick nya HTC Vive. Hal ini menjadi benchmark kemudahan pemakaian di dunia VR.

Pengalaman Memakai Oculus Rift

Sebelum membahas pengalaman di dunia VR. Pertama-tama untuk menggunakan Oculus perlu melakukan setup sensor yang relatif lebih mudah dari HTC Vive karena sudah disediakan dudukan berupa stand agak tinggi sekitar 30cm dan dapat dilepas jika sensor ingin dipasang di bracket dinding misalnya. Namun seperti yang sudah dibahas, Sensor Oculus Rift perlu dihubungkan ke PC (dimana HTC Vive light house base station cukup diberikan power dari adaptor listrik yang termasuk paket). Hal tersebut membuat pengkabelan Oculus Rift lebih ribet (karena harus ada 2 atau 3 kabel menuju ke Desktop dan memakan USB 3.0 yang mungkin masih terbatas. (2 USB 3.0 untuk sensor Oculus, 1 port USB 3.0 untuk HMD dan 1 port USB 2.0 untuk sensor ketiga /opsional)

Setelah sensor dipasang yang umumnya sensor diarahkan ke titik tengah daru ruangan. Oh ya pastikan ruangan berukuran sekitar/minimal  (optimal) 1.5m x 1.5m untuk Oculus dengan 2 sensor, dan sekitar 2.5m x 2.5m kalau menggunakan Oculus dengan 3 sensor (Optimal size). HTC Vive sendir ukuran area pemakaian VR bisa mencapai 4.5m x 4.5m yang jauh lebih besar dengan akurasi gerakan yang setara. Pemakaian laser IR (lighthouse technology di HTC Vive memang lebih baik dibandingkan sistem sensor kamera Oculus). Namun bukan tanpa kekurangan (Sistem Lighthouse menggunakan komponen bergerak /rotator yang mungkin lebih rentan rusak, bisa lihat artikel detil tentang HTC Vive berikut sistem lighthouse trackingnya).

Setelah ruangan untuk memakai VR dibersihkan dari kursi, atau benda2 tajam, pecah belah yang bisa menyebabkan luka dan kecelakaan disingkirkan (pastikan area bebas bergerak dan pemakai tidak mudah membentuk dinding/benda2 berbahaya). Hal ini dikarenakan setelah memakai HMD kita tidak akan melihat dan lupa/disoerientasi posisi kita ada dimana. Dengan mudah kita akan menabrak kursi, dinding dan benda2 berbahaya lainnya.

Setelah semua sensor dan unit HMD terhubung ke PC, maka sebelum bisa menggunakan Oculus Rift sebenarnya anda harus mendownload Oculus apps dari website nya terlebih dahulu karena tidak diberikan CD/DVD apapun. 1.8GByte ukurannya sehingga agar cepat perlu koneksi internat yang sangat cepat. Kalau tidak siap2 menunggu proses download yang cukup lama.

Setelah aplikasi diinstal maka Anda tinggal mengikuti proses instalasi yang dipandu secara bertahap untuk memastikan semua unit terhubung ke PC (status berwarna hijau). Mengatur area pemakaian VR (Chaperone system), lalu dilanjutkan dengan mengatur IPD (hingga gambar focus dan efek stereoskopik maksimal. Setelah itu pengenalan pemakaian touch controller. (Tentunya touch controller harus diaktifkan terlebih dahulu dengan menekan 2 tombol tertentu kiri dan kanan mengikuti petunjuk instalasi)

Masalahnya setiap kali Sensor berubah posisi atau sudut maka untuk mencapai akurasi  yang sama maka proses instalasi sensor/setup perlu dilakukan lagi. Namun bagusnya tahap pengenalan yang tidak perlu bisa di lompati (tidak perlu diulang).

Setelah proses setup selesai maka pemakai akan dibawah ke dunia VR (Oculus Dreamdeck) yang merupakan demo awal diantaranya ada dunia kartun dengan beberapa binatang dan api unggun, Melihat Alien, Berada di ketinggian diatas gedung bertingkat melihat ke bawah, dan yang terakhir seekor dinosaurus TRex muncul dibalik sudut koridor berjalan menuju pemakai dan melewatinya. Kesemuanya menggunakan efek suara yang mantap. Sehingga sensasinya memang luar biasa bagi pemakai pertama kali.

Kalau ini pertama kali pakai Oculus maka dilanjutkan dengan Oculus First Contact dimana pemakai dibawa masuk ke dalam sebuah trailer van, didalamnya berbagai benda berantakan, replicator 3D (3D printer masa depan), Sebuah komputer yang menggunakan cassette, dan sebuah robot ramah yang bila anda sudah aktifkan menjadi malu dan lari kesudut, dan pelan2 mendekat bila anda melambaikan tangan padanya. Lalu si Robot memberikan beberapa kaset untuk dimassukkan ke replicator untuk menghasilkan benda2 yang dapat anda gunakan seperti roket, pistol mainan, dsb. Sensasinya memang keren banget. Meskipun terlihat resolusinya masih kelihatan pixelnya. Namun pertama kali anda mencoba maka anda akan kagum terhadap betapa immersifnya penagalaman di dunia VR. benar2 seperti anda ada di dalamnya. Interaksi terasa natural menggunakan Oculus Touch.

Setelah selesai anda dibawa ke Oculus Home. Seperti sebuah rumah, ada perapian atau kolam yang tenang dengan bunyi2 gemericik atau api di perapian. Disana ditampilkan Oculus Store, Account information dan last game/application yang digunakan. Meski bisa melihat 360 derajat, namun anda tidak bisa bergerak menelusuri Oculus Home. Tidak seperti Windows Mixed Reality home dimana anda dapat mengunjungi setiap sudut ruangan dan Anda bisa mendekorasinya dengan tampilan aplikasi dsb.

Oculus home masih basic/sederhana (HTC Vive home lebih interaktif dan ada beberapa item yang bisa dimainkan seperti boneka dsb).

Sampai disini proses instalasi selesai dan Anda siap menggunakan aplikasi VR yang disediakan secara free (harus download dulu dari Oculus Home), termasuk Steam VR (untuk memainkan game2 steam VR. Petunjuknya diberikan terpisah.

Impresi Hobbytech Gear.

Sekali lagi menurut Hobby tech Oculus Rift CV1 memberikan pengalaman dunia VR yang baik dengan design HMD dan strapnya yang lebih  ergonomis.

Tampilan Oculus Rift juga relatif lebih baik dibandingkan HTC untuk hal screen door effect yang lebih sedikit, namun disatu sisi kalah tajam (sedikit lebih blur) dibandingkan HTC VIve. Namun tidak parah sehingga mengganggu, mungkin secara design memang dipilih demikian sehingga efek anti aliasing dan screen door/god ray lebih berkurang di Oculus Rift.

Touch Controller Oculus Rift juga lebih ergonomis dan terasa lebih natural dibandingkan HTC Vive. Namun untuk permainan tertentu seperti pedang, pistol dsb controller HTC Vive mungkin sedikit lebih baik.

Untuk responsiveness dari Oculus Rift baik tampilan maupun pergerakan kepala dan tangan terasa mulus dan cepat tidak ada patah-patah atau masalah kecuali terhalang badan bila menggunakan hanya 2 sensor. Apabila menggunakan minimal 3 sensor maka pemakaian touch controller, pergerakkan kepala lancar tidak terhambat/bermasalah.

Game-game atau aplikasi yang tersedia di Oculus juga lebih comprehensive untuk saat ini mulai dari sosial, game, meeting/business, seni/melukis 3D, edukasi dsb sudah lumayan banyak tersedia. Meski Steam VR lebih dahulu. Game kualitas AAA juga banyak seperti Robo Recall, Luckys tale, Lone Echo, dead and burried, dan yang baru Artika 1. Hampir semuanya dibuat untuk Oculus secara khusus.

Secara menyeluruh dibandingkan menggunakan HTC Vive Oculus memberikan pengalaman menggunakan VR lebih mulus (meski tetap ribet karena sensor outside in nya serupa dengan HTC)., Design ergonomis yang lebih baik, speaker built in, minimalnya efek God ray/SDE dibandingkan HTC Vive misalnya).

Dengan harga bersaing saat ini solusi lengkap Oculus Rift Touch Bundle merupakan solusi paling baik untuk pengalaman ber VR yang maksimal (Harga HTC Vive masih tetap lebih mahal 20-30% dibandingkan Oculus meski memiliki beberapa kelebihan)

Sebagai generasi pertama solusi VR, Oculus bukan tanpa kekurangan, serupa dengan HTC Vive, resolusi yang rendah menyebabkan membaca teks di dunia VR cukup sulit jika tidak zoom atau mendekat. Pemakaian VR di simulator pesawat misalnya akan cukup sulit, meski efek menggunakan VR sangat immersif sekali dan seru. Bekerja di dunia VR menggunakan virtual Desktop juga akan menjadi lebih sulit.

Selain itu Oculus Rift CV1 menurut Hobbytech tetap solusi terbaik saat ini. Menurut Hobbytech saat ini menggunakan VR sudah menjadi standar baru misalnya untuk bermain car racing simulator, simulator pnerbangan, atau bahkan bermain FPS (First person shooting), dan menonton konten 360 derajat. Kembali menggunakan monitor meski 4K (ada beberapa game yang memang akan sulit bila menggunakan VR apalagi kalau belum di buat secara khusus untuk VR) mungkin akan berbeda rasanya, seperti tidak puas lagi bermain di layar 2 dimensi. Kita akan bahas beberapa aplikasi dan tentunya game VR yang sangat menarik/immersif, bahkan anda seperti berolahraga memainkannya.

Kalau anda dana namun masih menunggi di sisi pagar ragu untuk memulai VR experience. Jangan ragu, memang jangan berharap bisa menemukan kualitas tampilan seperti melihat layar 4K atau bahkan QHD secara 2 dimensi. Di VR karena dekat antara mata dan layar maka pixel dan ketidaksempurnaan tampilan akan terlihat jelas. Bahkan kalaupun menggunakan resolusi 4K atau bahkan 8K menurut penelitian baru pada resolusi mendekati 18K misalnya mata kita tidak lagi bisa melihat pixel. Namun bisa dibayangkan berapa lama kemampuan Kartu Grafik dan PC desktop atau console mencapai resolusi 18K dan 90Hz refresh rate? Untuk sementara sudah enjoy kok, so jangan ragu silahkan mencoba dulu kalau belum berani, tapi sekali mencoba maka ketagihan…. Salam VR

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s