Virtual Reality Gear

VR Gear atau perlengkapan VR merupakan suatu integrasi teknologi computer, display, controller yang dapat memberikan suatu sensasi kepada pemakainya seakan-akan hadir secara nyata disuatu dunia maya (dunia imaginer yang dibuat menggunakan rancangan grafis).

Saat ini perlengkapan VR mencapai taraf yang cukup meyakinkan dan memberikan sensasi yang cukup nyata, meski masih dikatakan jauh dari sempurna.

Sejarah Virtual Reality (Realitas Maya)

(saduran dari Wikipedia dan vrs.org.uk)

Dalam sejarahnya, lukisan yang beraliran realisme mungkin bisa dikatakan sebagai upaya memberikan suatu gambaran mendekati kenyataan namun dalam bentuk diam/tidak bergerak.

Selanjutnya tahun 1930an adanya teknik gambar stereoskopik berkembang untuk memberikan efek 3D. Salah satu alat/mainan yang terkenal adalah “View Master” kalau masih ingat masa kanak2 dulu dengan film reel berbentuk lingkaran.

Viewmaster

Di tahun 1930, penulis fiksi Stanley G. Weinbaum meramalkan adanya suatu kacamata yang bisa membuat pemakainya mengalami dunia fiksi melalui tampilan holografik, indra penciuman, indra perasa, dan sentuhan.

Mesin Sensorama Morton Heilig tahun 1950 merupakan salah satu upaya membuat suatu simulator yang memberikan kesan angin, penciuman, dan getaran melalui kursi.

sensorama2
telesphere-mask

Morton Heilig juga menciptakan head mounted display (HMD) pertama “Telesphere Mask” yang menyerupai VR HMD saat ini bentuknya, namun tentunya belum interaktif seperti VR HMD saat ini.

Tahun 1961, Dua orang teknisi Philco membuat HMD pertama menggunakan layar display namun bukan untuk menampilkan dunia maya namun dari kamera video untuk mengamati di area berbahaya seperti peperangan dsb. (Mungkin ini yang saat ini digunakan oleh militer dan kepolisian, termasuk night vision google).

Tahun 1965 Ivan Shuterland, peneliti komputer dan internet menelurkan suatu konsep yaitu “The Ultimate Display”. Boleh dikatakan ini merupakan cikal bakal konsep Virtual Reality. Selanjutnya Ivan juga menciptakan suatu alat yang dinamakan ”
Sword of Democles” yang merupakan purwarupa VR namun karena sangat berat harus disangga oleh pengait besar. Ada juga istilah Artificial Reality yang digaungkan sekitar tahun 1969

Istilah Virtual Reality itu sendiri menurut beberapa nara sumber baru diciptakan sekitar tahun 1987 oleh Jaron Lanier, pendiri Visual Programming Lab (VPL). Pada saat itu purwarupa VR  HMD “Eyephone” dan haptic glove (controller) dijual dengan harga $9400 untuk Eyephone 1, dan $49,000 untuk Eyphone HRX dan $9,000 untuk glove. Tentunya sangat mahal sekali untuk masa itu.

VPL-eyephone-glove

Source vrs.org.uk

Dari tahun 1990-1999 perkembangan VR tidak terlalu terdengar, namun ada beberapa perusahaan pencipta permainan Arcade yang membuat wahana permainan menggunakan teknologi VR, termasuk prototipe VR Headset Sega yang diciptakan untuk platform Sega Genesis yang diperkenalkan tahun 1993. Menggunakan layar LCD, headphone dsb. sangat mirip dengan VR HMD saat ini. Rencananya akan ditawarkan sekitar $300 USD bila diproduksi. Namun karena teknologi  tampilan LCD dan pirantinya belum siap, maka hanya terhenti pada tahap Purwarupa.

Tidak lupa tentunya berbagai film holywood yang juga menonjolkan teknologi VR, seperti The lawnmower man 1992, Matrix 1999, 13th floor 1999, dsb.

Baru sekitar tahun 2010, Palmer Luckey yang juga seorang gaming enthusiast, merancang purwarupa VR HMD yang saat itu hanya memiliki rotational tracking (tanpa positional tracking). Pada jamannya heboh bisnis kickstarter sedang booming, sehingga banyak para pendukungnya melakukan investasi agar purwarupa tersebut bisa terealisasi. Dimulai dari Development kit 1 (DK1), dan ditingkatkan lagi dengan Development Kit 2 (DK2). Para penggemar VR, Game developer, dan juga para developer aplikasi untuk hiburan, bisnis, dan militer menggunakan Development Kit untuk menyiapkan aplikasi yang dapat berfungsi khusus untuk VR.

Pada 25 Maret 2014, Facebook melakukan akuisi Oculus dengan nilai transaksi yang menghebohkan yaitu 2 Miliar USD, hal tersebut sebelum Oculus mengirimkan produk nya kepada para pendukung kickstarter yang sejak awal berinvestasi di Oculus. Pada waktu yang bersamaan Sony mengumumkan project Morpheus, sebagai piranti VR untuk platform Playstation nya, dan Google memperkenalkan Google cardboard sebuah DIY (do it yourself) VR google yang dapat digunakan dengan smartphone. Valve yang terkenal dengan platform gaming/aplikasi Steam di PC juga sebelumnya memulai pembuatan piranti VR yang diluncurkan sekitar Maret 2015 bersama produsen HTC, selanjutnya disebut HTC Vive.

VR

Ditahun-tahun tersebut juga banyak bermunculan pencipta dan produsen piranti pendukung VR HMD. Karena pada dasarnya teknologi VR tidak hanya melulu pada tampilan head mount display, namun juga terkait pada teknologi tracking posisi dan rotasi sumbu, controller yang dapat memberikan sensasi yang paling mendekati nyata (haptic feedback glove, move camera tracking, 3D camera, full body positional tracking, fingger tracking, simulasi scent/smell, eye movement tracking, walking simulation, movement simulator 2DOF, 3DOF, 6DOF dan sebagainya. Nanti kita akan coba bahas satu persatu, termasuk tentunya teknologi display yang saat ini berkembang cukup pesat.

Saat ini teknologi display VR HMD sudah mulai memberikan efek yang cukup memberikan sensasi yang berarti. Meski masih awal dan kalau boleh diandaikan seperti menonton televisi berwarna dengan tabung gambar. Hal tersebut dikarenakan untuk VR teknologinya agak berbeda dengan teknologi monitor/tv 2 dimensi yang ada saat ini. Padahal teknologi saat ini sudah mencapai resolusi cukup tinggi yaitu 4K dan bahkan beberapa sudah menampilkan 8K. Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk bisa memberikan efek sensasi real di VR HMD.

Hal lain terkait VR adalah ada beberapa efek pemakaian VR yang dapat menyebabkan beberapa orang yang sensitif mengalami disorientasi. Hal ini bisa disamakan seperti mabuk saat menaiki kapal laut atau pesawat yang terkena turbulensi. Umumnya hal tersebut dikarenakan melihat VR pada posisi diam sedangkan gambar di dalam VR HMD melibatkan gerakan yang cukup drastis seperti jatuh, menuruni lereng atau roller coaster, gerakan di luar angkasa dsb. Adanya diskoneksi antara tubuh nyata yang tidak bergerak sedangkan otak di perintahkan oleh mata mengalami efek gerak menyebabkan efek disorientasi. Efek tersebut dapat menyebabkan pusing atau mual.

Pada umumnya sebagian besar orang, akan mengalami dampak tersebut, namun apabila penggunaan VR cukup sering maka tubuh akan mulai menyesuaikan diri terhadap adanya perbedaan tersebut.

Cukup dulu perkenalan terhadap Peralatan Virtual Reality. Masih banyak hal yang akan kita bahas termasuk apa saja kegunaan VR masa kini dan di masa mendatang, masing2 peralatan VR atau VR Gear, perangkat hardware pendukung termasuk PC Hardware yang dibutuhkan, aplikasi dan tips2 yang bermanfaat bagi para penggemar VR. Tentunya diskusi dan pertanyaan serta ide yang diharapkan dapat mengembangkan pemakaian VR di Indonesia.

Salam VR.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s